Cerpen_Penyesalan Karya(Iqbal, Kezia, Aulia, Shintia)

PENYESALAN

Saat kau merasa menaruh hati ditempat yang salah. Lihatlah sekelilingmu untuk memastikan bahwa kau salah dan harus menyudahinya. Lihatlah disekelilingmu, ada yang lebih memperjuangkan hatimu dan akan menjaganya. Lihatlah sebelum kau terlambat, bahwa ada yang lebih memahamimu. Ada yang tidak bisa sendiri tanpamu, tapi malah kau pergi meninggalkannya. Berpindahlah sebelum kau menyesal. Cerita pendek ini ditulis untuk kau yang menaruh hati pada orang yang salah. Bagaimanakah kisah perjalanan asmara ini?


PENYESALAN


Pagi ini Sandra bangun lebih cepat sebab ia harus bergegas menuju sekolah barunya. Ya Sandra kini duduk dibangku sekolah menengah atas yang cukup favorite dan terkenal di Jakarta. Oleh sebab itu, ia tak mau melewatkan kesempatan emas yang sudah ia capai selama 3 tahun untuk bisa masuk ke sekolah ini.

Setelah mandi dan berganti pakaian, ia bergegas turun menuju meja makan melahap sepotong roti selai coklat beserta susu putih favoritenya. Tak sampai 10 menit roti dan susu sudah habis ia santap dan beranjak menuju mobil yang terparkir di halaman rumahnya.

“mah, aku berangkat sekolah dulu, assalamualaikum” ujarnya mencium pipi ibunya lalu berlari menuju mobil

Selama perjalanan Sandra memilih menyumpal telinganya dengan earphone dan lagu isyana yang mengalun merdu menemani kemacetan Jakarta yang membuat kepala nyaris pecah. Setelah menempuh waktu 30 menit akhirnya ia tiba tepat di lobby sekolah tanpa berpamitan ia pun berlari menuju lapangan dan benar dugaannya puluhan siswa sudah berbaris rapih ditengah lapangan hanya dirinya yang terdiam menatap kerumunan orang dihadapannya.

“Woy bukannya baris malah diem”Teriak seorang lelaki berjaket navy membuatnya bergegas masuk kedalam  salah satu barisan

Setelah ia berhasil lolos dari hukuman, acara pembukaan mopdb pun dimulai, keheningan mengiringi pembukaan acara, 30 menit telah berlalu, rasanya berat sekali memulai pembelajaran disekolah ini seperti awal penyiksaan didalam neraka.

“Oke, sekarang pakai atribut yang sudah kami perintahkan 3 hari yang lalu, cepat dalam hitungan ke 5 atribu itu sudah terpasang pada seragam kalian. Satu .... dua....tiga...”

Ucapan lelaki itu membuat ia bergegas membuka tasnya, alangkah terkejutnya menatap tas yang kosong tak ada apapun didalamnya. Hitungan sudah hampir habis namun tak ada satupun atribut yang ia temukan dalam tasnya.

“Lima.... bagi yang tidak lengkap atribut atau tidak membawa sama sekali atribut harap berdiri disamping saya, CEPAT!” teriak lelaki itu membuat Sandra dengan pasrah berjalan kearah lelaki itu dan berdiri persis disampingnya
“Sial banget si gua pake salah bawa tas!”. Gumamnya menghakimi dirinya
Ketika ia menatap kearah samping ia menatap seorang lelaki dengan pakaian lusuh, rambut acak-acakan dan berdiri tanpa rasa bersalah didalam dirinya.

“Lihat dua manusia didepan, baru hari pertama mopdb udah ga tertib, atribut aja ga ada yang terpasang di seragam mereka, kira – kira apa hukuman yang cocok untuk dua manusia ini, ayo teriak yang kenceng biar mereka dengar”teriak renaldi yang merupakan ketua osis disekolah ini.

Teriakan – teriakan aneh mulai terdengar, ada yang meminta mereka untuk joget ambyar, tiktok,  nyanyi balon ku dengan huruf yang berganti U, minta tanda tangan seluruh anggota osis. Semua teriakan itu membuat Sandra ingin berteriak “Bacottttt.... kalian semua” namun sayang tak ada keberanian dalam dirinya untuk berkata seperti itu. Hampir 10 menit teriakan anak-anak itu tak berhenti hingga renaldi memberikan komando untuk diam membuat teriakan itu seketika hanyut berganti  dengan kesunyian.

“oke, hukuman yang paling cocok untuk mereka berdua adalah .....”ujar renaldi menggantung membuat Sandra nyaris pingsan.

“Joget tiktok, mereka berdua harus tiktok sekarang sesuai dengan instruksi saya, mengerti?”ujar renaldi sambut anggukan oleh Alex namun tidak bagi Sandra

"apaan si gajelas”gumamnya pelan namun dapat terdengar oleh Alex
“udah ikutin aja, bawel banget lu" balas lelaki itu membuat memoyongkan bibirnya lalu tak memandang lagi diri lelaki itu

Sandra rasanya ingin kabur setelah berjoget tiktok didepan umum apalagi bersama seorang lelaki yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Namun 2 menit berlalu, rasa malu itu tak membuat nyawanya ikut melayang, ia berhasil melewati satu hukuman dari renaldi setelah itu ia memilih beristirahat mengambil sebotol air minum yang terletak dipinggir lapangan.

Dengan perlahan ia membuka klip pada botol tersebut lalu menenggak air tersebut hingga nyaris tak tersisa.

“Masyallah seger amat airnya”. Ucapnya menutup kembali botol minum tersebut.

Setelah itu Sandra memutuskan untuk kembali masuk barisan. Tapi seseorang dibelakangnya tak henti-hentinya mendorongnya membuat ia segera menoleh dan memaki orang tersebut.

“Bisa diem ga sih, udah tau apel mau dimulai malah masih becanda, kalian mau dihukum kaya gua tadi? Iya?”ujarnya menatap tajam satu persatu lelaki dihadapannya.

Tanpa Sandra ketahui aksi yang ia lakukan selalu menarik perhatian Alex dan renaldi hingga membuat mereka menyunggingkan senyum keheranan atas ulahnya. Setelah apel penutupan selesai Sandra berjalan layu menuju parkiran , ia merasa tak punya tenaga lagi dalam tubuhnya, ketika ia hendak berpindah arah seseorang menariknya hingga ia terduduk tepat disamping orang tersebut.

“kenalin nama gua Alex, lu ?”ujarnya membuat Sandra terdiam, melongo menatap ulah lelaki disamping dirinya

“ gua? gua Sandra. Sorry gua udah dijemput supir duluan yak”balas Sandra tergagap lalu berlari meninggalkan laki-laki itu. Setelah masuk kedalam mobil Sandra begitu merasa letih hingga tak menyadari bahwa ia sudah sampai di halaman rumah.Sandra  mengetuk daun pintu dengan tenaga tersisa.

"Assalamualaikum.. Mahhhh aku pulang..." dengan wajah yang begitu letih, lesu, kusut Sandra memasuki rumah.

"kamu udah pulang sayang.. sini-sini mamah bantuin bawa tas kamu, mukamu kusut banget sih? kaya jemuran didepan yang belum disetrika"suara ibu Sandra terdengar dari ruang tamu."aaaahhhh.. mamah jangan gitu, udah akh aku kekamar mau tidur"Sandra yang begitu letih tak menghiraukan candaan ibunya itu.
"ya sudah sanah, tapi kamu mandi dulu bau tau?"Sandra hanya mengangguk mendengar ibunya berkata dan langsung masuk ke kamar yang dirindukan sejak tadi siang sebelum dia dikerjai habis-habisan oleh senior-seniornya itu, bahkan dia dibuat malu hingga berfikir esok tidak akan pergi ke sekolah.

Pagi menyambut dengan teriknya mentari disela-sela jendela yang menimbulkan pantulan terkena sela-sela mata Sandra yang sedang terlelap. Tiba-tiba ada yang menyentuhnya dengan nada yang membuat Sandra terbangun kaget, ya siapa lagi kalau bukan ibunya yang membangunkan untuk pergi sekolah.
"Sandraaaaaaa.. ayoo bangun udah jam berapa ini? ".

"HAAH!! " dengan terburu-buru Sandra bangkit dari kasur . Setelah siap-siap Sandra menuju ruang makan, dengan tergesa-gesa Sandra melahap rotti yang dilumuri selai kacang dan segelas susu hangat.

"mah aku berangkat ya..byeeee"balas Sandra kepada ibunya itu tanpa menoleh kembali.
Mobil hitam yang baru saja berhenti didepan gerbang SMA. . Disamping mobil Sandra terdapat mobil lain yang terparkir agak jauh dengan mobilnya, itu mobil Alex orang yang kemarin dihukum bersama Sandra waktu ospek kemarin.
"minggirin dong mobil luh , luh kira ini jalan punya  luh apa? buru!"ucap Alex dengan gaya sok cool. "iya iya bawel banget sih bentar dong, pak nanti jemput saya lagi yah pas pulang sekolah"
"baik non Sandra" ucap supir Sandra yang langsung melaju hingga tak terlihat oleh pucuk matanya.

" dasar cowok nyebelin"ucapnya itu dengan nada tak mood. iya berjalan menyusuri lorong kelas. hingga ia pun menemukan namanya tertempel dari puluhan nama yang terdapat Madding itu dengan cepat ia memasuki kelas melintasi beberapa bangku didepan dan memilih bangku yang  berada dipojok sebelah kiri agar ketika pulang lebih dekat dengan pintu keluar.

 Tak lama kemudian, seorang lelaki berjalan menghampirinya dan langsung duduk disampingnya, Sandra pun menatap lelaki itu dan menyadari bahwa lelaki itu  ternyata Alex yang kemarin dihukum bersamanya. Sandra menghela nafas dan mulai mengutuk dirinya “kenapa harus duduk sebangku sama  gua sih!”.

Sandra merasa manusia disekitarnya seperti melihat mereka berdua dengan tajam bahkan melebihi silet,terdengar bisikan yang membuat ia  risih terutama perihal joged tiktok yang tempo hari mereka lakukan dilapangan.

 "Malu banget guaa ya ampun..."ucap Sandra pelan. "Apa sih kalian berisik banget ngefans ya sama kita ? oh atau iri kan luh semua"balas Alex yang kesal dengan tatapan tak menyenangkan dari mereka.  Sandra tak menyangka ternyata Alex memiliki sikap tegas.

Duduk berdampingan dengan Alex ternyata bukan sebuah hal yang mengerikan. Nyatanya mereka mulai bisa berkomunikasi layaknya siswa siswi lainnya.

Kringggg.... Kringgggg..... Kringgggg!!!!!!!! bel istirahat berbunyi,
 Dengan cepat Alex memasukan buku-bukunya ke dalam tasnya dan bergegas meninggalkan kelas Sedangkan Sandra memilih diam dikelas. Alex yang berlaga seolah menjadi pangeran itu berjalan menuju pintu kelasnya namun langkahnya terhenti ketika melihat Renaldi.
"eettss... Lo yang kemaren joget itu kan? sini bentar deh" bisik Renaldi,
"boleh minta panggilin cewe itu ga? cewe yang joget barengan ama lu waktu itu" tambahnya,
"oooohh Sandra, bentar ya. Woiiiii cewe tukang marah dipanggil nih ama ka Renaldi" teriakan Alex pada Sandra membuat Sandra kaget,
Setelah mendengar teriakan Alex tadi Sandra berusaha bangun dari kemalasannya,
"ia ka, ada apa?" tanya Sandra penasaran,
"ehhhh... engga gini, maaf ya kemaren gue udah ngasi hukuman lu buat joget kaya gitu gue cuma mau minta maaf" jawab Renaldi,
"oh masalah itu, iaa ka gapapa ko." jawab Sandra,
"oia kenalin gue Renaldi, anak kelas 11 sekaligus ketua osis di sekolah ini. Maaf ya sebelumnya hehe", Renaldi sambil menyodorkan tangan kanannya untuk berkenalan,
"Aku Sandra..." Jawab Sandra cepat sambil menyambut tangan Renaldi,
Dalam tatap Renaldi tampak sebuah perhatian yang ia beri pada Sandra namun Sandra tidak menyadarinya.

Skip
Kringggggg.......!!!!!! " bel pulang sekolah berbunyi,
Seluruh siswa berhamburan menuju gerbang sekolah. Sandra dan Alex bersama berjalan menuju gerbang sambil bercerita tentang kesamaan mereka. Alex memang sosok pria yang tidak bisa ditebak baru duduk sehari saja bersamanya sudah membuat Sandra bingung tipe orang seperti apakah dia ini.
Saat di gerbang Sandra sudah dijemput oleh seorang pria. Pria ini bukanlah supir pribadi Sandra pria ini adalah Reyno kakak lelaki Sandra yang tengah berlibur ke jakarta.
Kaca mobil dibuka membuat Sandra tercengang sambil berteriak
"Ka Reynooo!!" Sandra berlari ke arah mobil sedan hitam itu,
Reyno langsung keluar dari pintu mobil dan memeluk adik kecilnya itu,
"Udah gede lo ya, masi suka nyolong mangga ga? Hahaha... Dasar tukang ompol udah SMA aja lu baru gue tinggal kuliah bentar" ledek Reyno,
"ihhh apaan sii, kangennn tau. Ayo pulang kita cerita di jalan aja ya gue mau ceritain banyak ama lo ka", bujuk Sandra sambil melepas pelukan Reyno,
"Ohhhh, jadi banyak yang mau lo ceritain? Termaksud gebetan baru lo ini? Dasar lo yaa, baru aja masuk SMA udah dapet gebetan aja lo, lumayan si tapi gantengan gue kan" ucap Reyno sambil menatap ke arah Alex yang daritadi memperhatikan kedua saudara itu berpelukan,
Reyno mengajak Alex untuk pulang bersama karena arah rumah mereka tidak terlalu jauh. Selama diperjalanan Alex hanya diam mendengar percakapan Sandra dan Reyno. Alex tahu dia lebih baik diam saat ini, dia tak ingin merusak suasana mereka berdua.

"makasih ya ka...." ucap Alex ketika Reyno sudah mengantarkannya tepat di depan gerbang rumahnya,
"oke calm down boy, gue langsung balik ya." Reyno segera menutup kaca mobilnya dan berlalu meninggalkan pekarangan rumah Alex,
Sesampainya dirumah Sandra merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.

Hari ini benar-benar merusak pikirannya. Renaldi ketua osis itu telah menyatakan cinta pada Sandra lewat chat yang baru saja dia terima. Sandra tidak bisa berpikir jernih dia mengiyakan pertanyaan Renaldi karena ia terlalu sering menonton adegan drama korea anak sekolah. Sandra nampak senang dengan perhatian yang di beri Renaldi. Sandra membalas chatting yang dikirim Renaldi hingga tak ingat waktu, tanpa disadari Sandra tertidur.
Jam menunjukan pukul 06:00 WIB, Sandra bergegas bangkit dari kasurnya setelah alarm ponselnya berhasil membangunkannya. Membalas semua chatingan Renaldi berhasil membuat Sandra kurang tidur. Ia berlari ke dalam mobil sambil memegang roti yang berisi selai cokelat itu. Sesampainya disekolah, Sandra berlari kencang menyusuri lorong kelas untuk tiba dikelasnya. Sandra tidak ingin terlambat dan untungnya bu Dewi guru yang seharusnya mengajar pagi ini datang terlambat dikelasnya.

Dengan tergesa Sandra  duduk di kursinya. Sambil terengah-engah Sandra meletakkan tasnya di bangku sekolahnya itu.
"uhhh... Hampir aja,....",
"Dasar lu cewe aneh, pagi-pagi itu wangi bukannya bau keringet iuh..." ucap Alex ketus,
Mendengar kalimat Alex Sandra terdiam. Memang karena terlambat bangun membuatnya tidak mandi.

"ehhh apaan si lo, berisik banget. Diem deh!" Sandra sedikit kesal dengan Alex,
Tak lama bu Dewi datang, pelajaran berlangsung sangat menegangkan hari ini. Rumus-rumus yang diberikan bu Dewi rasanya tidak bisa masuk kedalam ingatan Sandra. Sandra hanya diam dengan pandangan kosong ke arah papan tulis putih itu.

"Woiii kerjain bego, malah diem. Lu kenapa?",
Sandra terkejut akibat Alex, tapi tumben Alex bertanya tentang Sandra. Sandra hanya terdiam tanpa suara.

"Kring....Kring...Kring" bel istirahat berbunyi,
Didepan kelas saat ini Renaldi tengah berdiri dengan gaya coolnya. Wajahnya yang tampan lumayan memikat hati adik kelasnya itu. Renaldi memandang kedalam kelas, matanya liar mencari sosok wanita yang baru saja menjadi kekasihnya.
"heiii, makan yuk" Renaldi menghampiri Sandra yang terlihat lemah itu,
"eh ia, ka... boleh", Sandra berdiri dan mendekati Renaldi,
Sandra dan Renaldi berjalan menuju kantin. Di kantin terlihat sekumpulan anak-anak kelas 11 yang sedang memandangi kehadiran Sandra dan Renaldi.
"kak... aku takut, semuanya ngeliatin aku" Sandra berbisik sedikit ke arah Renaldi,
"Siapa sih? Ohhh mereka, tenang itu temen angkatan aku ko. Mereka baik kamu gausa takut" ucap renaldi dengan tenang,
Istirahat berlangsung cukup lama karena sedang diadakan rapat guru. Sandra dan Renaldi nampaknya menikmati suasana kantin hari ini. Namun, dari jauh sepasang mata memperhatikan mereka. Benar itu Alex, dia sedikit kebingungan bagaimana bisa seorang gadis yang tidak tepat waktu seperti Sandra mendapatkan Renaldi si ketua osis.

kringggg... kringgg... kringgg istirahat berlalu,
Para siswa berjalan menuju kelas mereka masing-masing. Renaldi mengantarkan Sandra ke depan kelasnya, dibelakang mereka ada Alex yang mengikuti seolah tengah mrngawasi mereka.
"aku kekelas dulu ya, nanti kalo ada perlu sesuatu kabarin aku" ucap Renaldi sembari mengelus rambut Sandra namun Sandra hanya tersenyum,
"sok romantis jijik!" Ucap Alex sambil melewati sepasang kekasih itu,
Alex saat ini sudah duduk di kursinya ia tengah melihat Sandra yang tengah berjalan menghampiri meja mereka. Diatas meja Sandra ada secarik kertas berwarna hijau, kertas itu dilipat dan diatasnya ada sebuah foto yang dibalik.

"eh lu, jomblo lu ya, gangguin orang aja." ucap Sandra sambil duduk di kursinya itu,
Matanya tertarik ke sebuah kertas yang berada diatas mejanya saat ini. Perlahan Sandra meraih kertas itu, dengan wajah yang kebingungan dia membaca tulisan diatas kertas itu.
"apaan si lo, gausah so kecantikan deh, cewe yang ada di satu sekolahan ini juga bisa gue pacarin." jawab Alex sedikit kesal,
"jauhin Renaldi kalo lo masih sayang nyawa lo!!!" Sandra membaca surat itu dengan ekspresi kebingungan,
"apaan sih lo, diajak ngomong malah ngalihin pembicaraan,coba sini gue liat" Alex menarik kertas dari tangan Sandra, setelah membaca kertas itu Alex meraih foto terbalik yang ada diatas kertas hijau tadi. Mereka terkejut ternyata itu adalah foto pembunuhan. Dengan sedikit rasa khawatir dan kebingungan Sandra menarik kertas dan foto itu dari tangan Alex, ia kini menyimpan barang itu di saku seragam sekolahnya.

Alex masih berfikir apa ada orang yang mau meneror cewe aneh kaya Sandra?. Pikiran Alex terhenti saat guru mata pelajaran olahraga memasuki kelas. Sekarang Sandra terlihat serius mendengar materi yang diberikan pa Bagas, sedangkan Alex terlihat tengah memikirkan masalah surat yang Sandra terima tadi.



Satu, dua, tiga, hingga satu bulan ini Sandra sudah menerima surat itu setiap hari. Pelakunya masih belum terungkap. Sandra pikir ini semua hanyalah kerjaan orang iseng. Tapi suatu saat, ketika Sandra sepulang sekolah Sandra di ganggu oleh sekumpulan orang bertopeng, mereka menggoda Sandra sambil bersikap tidak sopan pada Sandra. Sandra ketakutan Sandra berteriak dan berlari, dengan terengah-engah akhirnya Sandra terjatuh karena tersandung batu. Orang-orang itu kini tengah mendekati Sandra, mereka membawa senjata tajam untuk menyakiti Sandra. Tapi sebelum pisau itu mendarat di kulit Sandra, Alex terlebih dulu menghalangi mereka. Alex menghajar mereka satu per satu.
Orang-orang itu berlari menjauh dari Sandra. Sandra yang kini ketakutan menangis dan memeluk Alex. Sandra sangat takut.
"gue takut, gue gamau lex tapi gue di kejar. Alex lo harus tolongin gue lex" Sandra memeluk Alex dengan erat sambil menangis,
"gue tau san, udah sekarang lu pulang bareng gue. Lu tenang ya, sekarang ikut gue pulang" ucap Alex menenangkan Sandra,
Alex mengantar Sandra sampai kedepan pintu rumahnya, sekarang Sandra sedikit membaik meski kekhawatiran masih terlihat di wajahnya.
"lo jaga diri baik-baik, jangan cengeng lo,  udah gue mau pulang." Alex pamit kepada Sandra,
Sandra masuk ke dalam rumah ketika Alex sudah berlalu. Sandra masih trauma dengan kejadian tadi sehingga dia enggan menceritakan hal tadi kepada ibu dan kakaknya.

"de...  Lo ga makan malam?" tanya Reyno sambil membuka pintu kamar Sandra,
"engga ka, gue lagi ga pengen. Gue mau kerjain tugas aja" jawab Sandra pelan,
Melihat ekspresi Sandra yang sedikit berbeda ini Reyno paham betul kalau adiknya sedang tidak baik-baik saja hanya saja Reyno tidak ingin memaksa Sandra bercerita karena Sandra akan cerita jika kondisinya sudah baik-baik saja.
" Besok berangkat bareng ya, mobil gue lagi dipake ayah ke Surabaya, ayah ada klien disana"- Sandra 20:52
"oke besok gue jemput, cowo lo kemana?"-Alex 20:55
"yaudah besok aja ya gue cerita lex, gue mau tidur. Bye"-Sandra 20:59
"okay, see u"- Alex 21:02
Pagi ini Alex sudah berdiri di depan gerbang Sandra. Dengan rambut stylish dan aroma parfum adidas yang menjadi ciri khas seorang Alex Sandra menyadari akan hadirnya Alex.
Mereka berjalan bersama sampai duduk dikelas mereka.

"Sekarang cerita san, kenapa lo ga minta Renaldi yang jemput lo? Kan dia punya motor, kalo lo bareng gue kan gue jalan kaki ya lu tau lah mobil gue abis dijual" ucapan Alex membuat Sandra terkejut,
"lex gue mohon kalo lo denger cerita gue lo jangan ceritain ini kesiapa-siapa ya" jawab Sandra dengan wajah sedikit takut.

"kemaren pas ada orang bertopeng itu, gue liat salah satu dari mereka make gelang ka Rinaldi, dan sepatunya juga sepatu ka Rinaldi" tambahnya,
"maksud lo? Jadi yang gangguin lo kemaren itu gengnya Ronaldi?" ucap Alex spontan,
"ya gue ga nuduh sih, cuma gue curiga doang. Sekarang gue takut lex ketemu ka Rinaldi, gue pengen putus dari dia. Gue takut sama ancaman surat itu" ucap Sandra,
Pagi ini suasananya sedikit berbeda, Rinaldi tidak datang ke menjemput Sandra ketika istirahat. Namun Sandra fikir Rinaldi tengah sibuk dengan osis.
"ntar pulangnya aku anter ya sayang, jangan pulang bareng Alex. Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat buat ngerayain mensiv kita"-Rinaldi 10:25
"oke, nanti aku kabarin. Ada yang mau aku omongin ke kamu."-Sandra 10:26
Bel pulang sekolah berbunyi,
"eh lex, lo pulang duluan aja ya, gue bareng ama Rinaldi. Dia udah nunggu di depan gaenak kalo gue tolak." ucap Sandra sambil merapikan isi tasnya,
"oh yaudah, hatihati lo. Kalo ada sesuatu kabarin gue.gue duluan ya" ucap Alex sambil berlalu,
Saat ini Sandra dan Rinaldi sedang berada di dalam mobil,
Sandra terdiam sepanjang jalan. Tak satupun dari mereka yang mengeluarkan kata.
Sandra melihat sekeliling, jalan yang mereka lewati tempat yang Sandra tidak kenal. Tapi Sandra tetap tenang karena tidak ingin merusak suasana.

"nah... Udah nyampe, ayo tutup mata kamu. Nanti kalo aku suruh buka baru kamu buka mata ya" ucap Rinaldi sambil mematikan mesin mobil,
Sandra menurut,ia menutup matanya dan mengikuti perintah Rinaldi,
"sekarang... Buka mata kamu". Kalinat itu membuat Sandra segera membuka matanya,
"wah bagus banget kamarnya, kamu ngedesain sendiri?" ucap Sandra,
"ia kan aku mau ngerayain hari jadi kita disini, makanya aku bikin spesial" jawab Rinaldi,
Sandra sedikit curiga mendengar kata-kata itu tapi dia berusaha tenang.

Namun saat Sandra berusaha tetap bersikap biasa saja, Rinaldi mulai berlaku tidak sopan padanya,
"kamu udah jadi pacarnya ketua osis sekarang, artinya kamu juga harus jadi milik aku sepenuhnya", Rinaldi berkata dengan suara yang sangat tipis.

Sandra yang mendengarnya panik, ia berlari keluar kamar dan menyusuri lorong yang ada. Tapi sayang Sandra tidak tau ini dimana. Tapi dia terus berlari menghindar dari Rinaldi. Sandra diam di sudut lorong sambil mencari kontak yang bisa menolongnya nama Alex muncul di list chat kedua setelah Rinaldi. Tanpa pikir panjang Sandra menelpon Alex meminta bantuan,
Dengan tergesa Alex segera menuju lokasi yang sudah dikirimkan Sandra. Ia mencari Sandra keseluruh lorong hingga dia bertemu Renaldi.
"eh ngapain lo disini!" teriak Renaldi,
"lu apain Sandra? Mana Sandra?" ucap Alex,
Mendengar teriakan Alex Sandra keluar dari persembunyiannya, ia berlari menuju Alex namun dicegat oleh Renaldi. Alex melayangkan pukulannya tepat di pelipis Rinaldi dan membawa lari Sandra.

"lo gapapa kan? Udah gue bilangin kalo pulang itu jangan sendirian. So banget si lu" ucap Alex,
"apaan si, tapi makasih ya lex. Gue gatau kalo gaada lo gue bakalan jadi apa" jawab Sandra dengan manis,
"ia gue bakal selalu ada buat lu ko, kan gue sayang sama lo"
Jleb! Darah Sandra seakan berhenti mengalir saat mendengat itu.
"sayang?" ulang Sandra,
"ia gue sayang ama lu san, gue berusaha buat lindungin lo dari apapun yang bakal ganggu lo, gue gamau lo kenapa napa. Meski lo itu judes"jawab Alex,
Sandra terdiam, ia masih belum bisa mencerna kalimat Alex. Seketika tak ada obrolan diantara mereka.

Saat ini Sandra merebahkan badannya di kasur empuk miliknya. Pikiran tentang Rinaldi belum selesai sudah ada Alex yang menambahnya. Rasanya Sandra ingin mati saja.

"bawel!! Maaf ya tadi gue keceplosan. Mungkin harusnya gue ga ngomong itu sekarang. Gue harap lo bisa terima perasaan gue.maaf kalo harus terburu-buru gue gamau lo dijahatin sama orang lain, gue akan selalu ada buat lu. Love u Sandra Ayudia"-Alex 20:35
Sandra hanya membaca pesan itu. Alex benar-benar berhasil membuat Sandra pusing tujuh keliling. Sandra merasa sangat kacau saat ini. Dia menutup matanya berharap Alex bisa sirna dari pikirannya.

Pagi pun tiba Sandra dengan lesu berangkat ke sekolah ini kali pertama ia tak duduk bersama Alex, ia memutuskan untuk duduk bersama tasya yang berjarak cukup jauh dari bangku lelaki itu. Alex yang dengan santai berjalan memasuki kelas namun tak mendapati Sandra duduk bersamanya, ia berjalan mendekati wanita itu menanyakan keadaan Sandra selepas kejadian semalam namun nihil ia tak mendapatkan jawaban sedikit pun yang terlontar dari mulut wanita itu.Sandra memilih pergi meninggalkan kelas.

“lu kenapa si san? Padahal gua mau ceritain sesuatu sama lu tapi kenapa lu pergi gitu aja”batin Alex bergegas mengganti pakaiannya dengan seragam olahraga
Setelah pemanasan selama 10 menit, seluruh siswa diperintahkan untuk lari sebanyak 5 putaran tak terkecuali Sandra dan Alex mereka berlari berdampingan. Pada putaran pertama semua baik-baik saja, hal yang sama juga terjadi pada putaran ke 2 dan ke 3 namun hal tak terduga terjadi ketika putaran ke 4 berjalan setengah Alex mulai tidak seimbang dalam berlari, keringat mulai mengucur tak terkendali, pacu jantungnya pun semakin kencang dan berhenti seketika membuat Sandra yang berada disampingnya tak mampu menopang tubuh Alex hingga jatuh tertimpa tubuh lelaki itu. Seluruh siswa yang melihat kejadian itu dengan sigap memanggil ambulance dan membawa Alex segera ke rumah sakit.

Tak lama kemudian, ambulance pun tiba membawa tubuh Alex dengan cepat. Sementara Sandra tetap setia disampingnya menanti keajaiban tuhan membangun sahabatnya.
“lex, please wakeup...”gumam Sandra tak henti menitihkan airmata
Setibanya dirumah sakit keadaan Alex semakin memburuk. Dokter mengatakan bahwa Alex mengidap penyakit lemah jantung yang sudah dideritanya hampir 5 tahun dan hampir 4 bulan kebelakang keadaan jantungnya semakin memburuk dan mengharuskan jantung yang dimiliki Alex dicangkok dengan jantung yang baru. Mendengar ucapan tersebut tak ada sepatah kata  terlontar dari bibir manis Sandra hanya racauan rasa bersalah yang selalu melintas serta ucapan kata sayang yang baru semalam lelaki itu katakan padanya. Sandra berharap tuhan memberikan mukjizat pada Alex kembali sehat sehingga ia bisa mengatakan bahwa sebenarnya ia pun memiliki perasaan yang sama seperti yang Alex rasakan bahkan lebih dari sekedar rasa sayang yakni rasa takut kehilangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku: Bertahan

Essay_Kaum Urban

Cerpen (Kisah mistis gua conglay)