Postingan

Resensi Buku: Bertahan

Gambar
BERTAHAN Peresensi : Iqbal Sidik Judul Buku : Bertahan Pengarang : Evita Febriyanti Syahputri Penerbit : Transmedia Tahun terbit : 2019 cetakan pertama Tebal Buku : 197 halaman ISBN : 978-623-7100-22-5 Buku karya Evita Febriyanti Syahfutri ini menceritakan seorang perempuan yang mampu bertahan walaupun ditinggalkan oleh lelakinya, ia mampu bertahan dengan perasaan yang sangat cinta kepada si lelaki, padahal lelaki itu sudah sering mengecewekan perempuan tersebut. Karena bagi perempuan tersebut, mencintai bukan saja perihal siapa yang pertama kali mampu memikat hati. Mencintai adalah soal menyatukan dua rasa yang sama-sama ingin memiliki. Mencintai juga bukan tentang siapa yang paling banyak berjuang. Mencintai adalah bagaimana masing-masing mampu mempertahankan hubungan dalam segala keadaan. Sama hal nya seperti saat dia jatuh hati kepadanya, itu adalah sesuatu yang tak pernah ia sesali. Meski perjalanannya kelak berisi bahagia dan luka, tetapi perasaan dia terh...

Cerpen_Penyesalan Karya(Iqbal, Kezia, Aulia, Shintia)

PENYESALAN Saat kau merasa menaruh hati ditempat yang salah. Lihatlah sekelilingmu untuk memastikan bahwa kau salah dan harus menyudahinya. Lihatlah disekelilingmu, ada yang lebih memperjuangkan hatimu dan akan menjaganya. Lihatlah sebelum kau terlambat, bahwa ada yang lebih memahamimu. Ada yang tidak bisa sendiri tanpamu, tapi malah kau pergi meninggalkannya. Berpindahlah sebelum kau menyesal. Cerita pendek ini ditulis untuk kau yang menaruh hati pada orang yang salah. Bagaimanakah kisah perjalanan asmara ini? PENYESALAN Pagi ini Sandra bangun lebih cepat sebab ia harus bergegas menuju sekolah barunya. Ya Sandra kini duduk dibangku sekolah menengah atas yang cukup favorite dan terkenal di Jakarta. Oleh sebab itu, ia tak mau melewatkan kesempatan emas yang sudah ia capai selama 3 tahun untuk bisa masuk ke sekolah ini. Setelah mandi dan berganti pakaian, ia bergegas turun menuju meja makan melahap sepotong roti selai coklat beserta susu putih favoritenya. Tak sampai 10 men...

Cerpen (Kisah mistis gua conglay)

Kisah ini berawal ketika aku berumur 14 tahun pada saat itu aku berencana untuk mendaki Gunung Solasih. Sebenarnya gunung itu  seperti bukit tetapi, karena warga desa biasa menyebutnya gunung, maka sampai sekarang disebut gunung solasih. Gunung ini terletak di  desa babakan nyantai sekitar 4 km dari desaku. Teriknya matahari membakar semangatku untuk memulai rencana hari ini, aku bersama 9 temanku, yaitu andri, indra, hariri, rian, kizwin, adit, zaki, iki, dan deni. Kami berkumpul di lapangan untuk mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa, kami membawa terpal yang nanti nya akan dijadikan sebagai tenda. "Sekarang kita kumpul dulu, untuk mempersiapkan barang-barang, kita mulai berangkat jam 3 sore" ujar Andri. Tepat pukul 3 sore kami berangkat, kami menyusuri jalan setapak diantara hamparan sawah, padi-padi yang berjejer sangat memanjakan mata, mengingat bahwa alam pedesaan sangat sejuk dan nyaman, setelah melawati jalan ...

Puisi Akrostik

IQBAL SIDIK Ingat, jangan kamu sia-sia kan Quran lah yang dijadikan pedoman Bagiku dapat diteladan Allah harus jadi tempat meminta pertolongan Langkahkan kaki seturut firman-Nya Senantiasa kita beribadah kepadanya Ikhlaskan hatimu untuk memuja Dengan itu, kita pasti terselamatkan Ikatkan hati kita hanya kepadanya Kelak di akhirat kita mendapatkan kebahagiaan Karawang, 2020

Puisi: Bangkit (Iqbal Sidik)

Bangkit Bangkit dari hati yang telah terlukai Meludahi semua janji-janji Kini aku mulai memahami Arti sebuah cinta sejati Pernah ku coba tuk memiliki  namun tak sampai tujuan akhir pun sudah pergi Aku Mengasingkan diri untuk sendiri Sampai suatu nanti ku temui yang pasti Dan benar-benar mencintai sampai akhir nanti

Essay_Kaum Urban

Sebuah title yang melekat saat tekad dalam diri merambat untuk mengangkat sebuah taraf kehidupan di suatu tempat yang bisa mengubah pola hidup dari tatanan masyarakat desa menjadi masyarakat kota, ketika mereka mamasuki kota tersebut , maka lain cerita dengan di desa, yang memang serba kekurangan, fasilitas kehidupan yang dirasa tidak nyaman  yang penuh keluh kesah diiringi gundah dan gelisah. Namun, semua itu lenyap begitu saja, saat awal kita memijakan kaki di kota yang penuh tanda tanya, Bisa kita rasakan bagaimana saat kita mencari alamat selalu disuguhkan dengan jawaban "saya tidak tahu, saya bukan asli orang sini". Urbanisasi telah menciptakan sebuah budaya apatis yang sangat tinggi, sehingga menjadikan setiap orang adalah orang asing di tempat sendiri. Angan merasa akan hal yang kita punya di rasa tidak ada apa-apanya dengan mereka yang sudah menetap lama di kota, menahan segala rasa yang membuat kita menderita karena tidak tahu kehidupan di kota, Susah rasanya be...